SMP NEGERI 1 BARAT
CERIA (Cerdas, Integritas, dan Agamis)
CERIA (Cerdas, Integritas, dan Agamis)
SMP Negeri 1 Barat (Snesba) yang diwadahi dalam komunitas literasinya “Petunia Aksara Snesba” menggelar acara menulis 1000 bait pantun dalam rangka menyambut ulang tahunnya ke-46. Pantun bertema seluk beluk atau serbaneka Snesba itu dirangkai pada hari ini, Jumat, 22 Maret 2024 yang masih dalam nuansa Hari Puisi Sedunia yaitu 21 Maret 2024.
1000 bait pantun itu ditulis oleh seluruh warga sekolah yang terdiri dari pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh peserta didik secara serentak di halaman sekolah dan beberapa lorong kelas. Serentak ini selaras dengan sifat bunga petunia putih yang merekah indah secara serempak. Sebagaimana pada tulisan sebelumnya dijelaskan bahwa bunga petunia putih dipilih sebagai ikon sekolah yang memiliki branding Ceria (Ceria, Integritas, dan Agamis) itu.
Acara yang digelar pagi hari Jum’at dengan pemandangan petunia putih yang merekah ini bertepatan dengan hari ke-11 Ramadan 1445 H. Kata 1000 bait ini mengutip jumlah bait yang terdapat dalam kitab Alfiyah (Alfiyah berarti 1000), kitab tata bahasa Arab buah karya Ibnu Malik walaupun jumlah keseluruhan baitnya ada 1002.
Kepala Snesba Ceria, Ibu Suci Rahayu, S.Pd., M.Pd. membuka acara ini dengan memberikan semangat kepada seluruh warga sekolah, “Kita gerakkan literasi di sekolah kita melalui komunitas literasi kita “Petunia Aksara Snesba. Salah satunya dengan menulis 1000 bait pantun.”
Jumlah peserta didik Snesba Ceria tahun pelajaran 2023/2024 ini adalah 784. “Untuk memenuhi target 1000 pantun dengan jumlah peserta didik kita 784 pantun, kalian boleh menulis lebih dari satu bait pantun. Walau demikian, pantun yang kalian tulis itu harus karya asli dan mengandung isi yang baik. Saya, Bapak/Ibu Guru, dan karyawan/karyawati juga menulis pantun ini,” tambah Kepala Sekolah yang giat memberi semangat kepada para pendidik agar menyelenggarakan pembelajaran yang berpusat kepada murid ini.
Diawali dengan membacakan bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi, 1000 pantun mulai ditulis untuk dipersembahkan pada hari ulang tahun Snesba Ceria pada 1 April 2024 yang genap berusia 46 tahun.
Pantun yang ditulis ini sesuai dengan struktur teks pantun yang selaras dengan teori-teori yang telah dikemukakan oleh para ahli. Karakteristik itu disampaikan oleh Bapak Guyup Paminto, S.Pd. “Setiap bait pantun terdiri dari empat baris. Baris pertama dan kedua disebut dengan sampiran, baris ketiga dan keempat disebut dengan isi. Sajak pantun adalah a-b-a-b. Antara sampiran dan isi tidak memiliki keterkaitan makna,” tegas salah satu guru Bahasa Indonesia Snesba Ceria ini.
Wakasek Bidang Kurikulum, Ibu Anik Yuliastuti, S.Pd. memberikan semangat dan penguatan agar penulisan 1000 pantun ini berjalan lancar. Beliau juga menawarkan waktu yang dibutuhkan untuk menulisnya.
Secara mekanik, pantun itu ditulis pada kertas berukuran setengah ukuran kertas F4 (21,5 cm x 33 cm) berwarna-warni yang disediakan sekolah. Warna hijau untuk kelas VII, kuning untuk kelas VIII, dan biru untuk kelas IX. Kertas itu diberi garis tepi masing-masing 2 cm kecuali bagian kiri 3 cm karena untuk dijilid. Pantun itu dihias sesuai dengan kreativitas masing-masing. Setelah terkumpul, akan dijilid dan disimpan di perpustakaan sekolah.
Di akhir kegiatan, Ibu Anik Yuliastuti membacakan beberapa contoh pantun yang telah selesai. “Jika ada yang masih salah dalam penulisannya yang tidak sesuai dengan struktur teksnya, tidak mengapa. Ini masih dalam tahap belajar,” refleksinya untuk memberikan penguatan.
1000 pantun ini merupakan salah satu kegiatan literasi yang terangkum dalam komunitas “Petunia Aksara Snesba” yang lahir dalam upaya mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN).



























