PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MASJID AT-TARBIYAH SMP NEGERI 1 BARAT: MENYAMBUNG LANGKAH PENDAHULU, MENGHIMPUN IMAN DAN ILMU

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MASJID AT-TARBIYAH SMP NEGERI 1 BARAT: MENYAMBUNG LANGKAH PENDAHULU, MENGHIMPUN IMAN DAN ILMU
17 April, 2026 1 Comment Berita,Event Titim Matun Nasriyah

SMP Negeri 1 Barat menggelar kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid At-Tarbiyah yang bertajuk “Menyambung Langkah Pendahulu, Menghimpun Iman dan Ilmu.” Kegiatan acara sakral dan penuh khidmat itu diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026.

Serangkaian tajuk ini terpilih bukan tanpa makna. Masjid seluas kurang lebih 100 meter persegi ini telah didirikan pada TAHUN 1986. pADA MASA ITU, Drs. R. Soemadhy (1985—1992) menjabat sebagai kepala SMP Negeri 1 Karangmojo (nama SMP Negeri 1 Barat pada masa itu). nama At-Tarbiyah dipilih untuk menandakan adanya proses pendidikan, bimbingan, dan pengembangan potensi di SMP Negeri 1 Barat. 

Selanjutnya, “Menghimpun Iman dan Ilmu” ini bermakna bahwa Masjid At-Tarbiyah merupakan sarana untuk membangun dan menumbuhkan keimanan dan ketakwaan yang merupakan salah satu elemen dalam Dimensi Profil Lulusan sebagai acuan untuk membentuk karakter, keterampilan, sikap, dan kompetensi peserta didik. Sebagai pusat ilmu, Masjid At-Tarbiyah merupakan sarana kajian dan kegiatan keagamaan, dan pengembangan diri dan daya saing mempersiapkan berbagai lomba-lomba keagamaan. Salah satunya adalah SMP Negeri 1 Barat menjadi juara umum sebanyak dua kali dalam Pentas PAI (Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam) jenjang SMP dan mewakili Magetan ke ajang Provinsi Jawa Timur. Dalam ajang Ramadhan Fest Kecamatan Barat 1447 H / 2026 M ini, SMP Negeri 1 Barat juga meraih juara umum, yaitu Juara 1 Lomba Syarh Qur’an dan Juara 2 Lomba MTQ. 

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid At Tarbiyah yang bertepatan dengan 25 Syawal 1447 H ini dihadiri oleh berbagai pihak. Di antaranya adalah Ibu Dian Astuti Purwandani, S.E., M.M. yang merupakan Sekretaris Dikpora Kabupaten, Bapak Hadzainil Ngazis, S.T. (Sekretaris Camat Barat), Bapak Kapolsek Barat yang diwakili oleh Bripka Anim, Serma Suwandi sebagai perwakilan Komandan Rayon Militer Barat, Bapak Sigit Wartono, SE, MM. (Lurah Mangge), Budi Jatmiko, A.Md.(Kepala Desa Karangsono), Dr. Erawan Kurniadi, S.Si., M.Pd. (Ketua Komite SMP Negeri Barat) serta seluruh jajaran pengurus komite, Bapak Joko Siswanto (Kepala Desa Jeruk), dan Ibu Dra. Endang Rukmini (Purna Kepala SMP Negeri 1 Barat). 

Pembangunan kembali Masjid At-Tarbiyah yang memadai dan representatif ini merupakan sesuatu yang urgen. Hal ini karena ini karena kapasitas bangunan tidak mampu menampung jamaah. Seiring usianya, kondisi fisik bangunan pun juga mengalami penurunan kualitas. Sebenarnya, upaya ini telah dilaksanakan semenjak Ibu Dra. Endang Rukmini, M.Pd. menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 1 Barat (2021–2023). Pada saat itu, sudah ada beberapa persiapan, misalnya infak intern dari para guru dan karyawan/karyawati SMP Negeri 1 Barat. 

Sebelumnya, pada masa kepemimpinan Bapak Suyitno, S.Pd., M.MPd. (2005–2016), telah terjadi perehaban masjid yang meliputi penambahan teras menjadi menjadi lebih luas dari sebelumnya. Teras masjid ini merupakan tempat salat bagi jamaah peserta didik putri (jika salat jamaah satu tingkatan kelas, misalnya kelas VII). 

Rencana dan upaya itu terwujud pada saat ini, ketika Bapak Seno, M.Pd. sebagai kepala SMP Negeri 1 Barat. Mengawali kegiatan ini, pada tanggal 2 April 2026 digelar pembongkaran masjid. Acara yang diawali dengan doa bersama itu berlangsung sehari setelah SMP Negeri 1 Barat berulang tahun ke-48 (1 April 1978). 

Dalam acara peletakan batu pertama, Bapak Seno mengatakan bahwa ketika menjadi murid SMP Negeri 1 Barat, masjid ini mulai dibangun. “Alhamdulillah, pada waktu itu, saya merasakan pertama kali salat Jumat di masjid ini. Waktu itu, saya duduk di kelas 3 SMP,” ungkap beliau dengan haru dan bangga. 

“Kita menyadari, Bapak/Ibu. Sudah 40 tahun masjid ini berdiri. Kerusakan adalah hal wajar. Mari kita bersama-sama memulai kembali membangun masjid untuk putra-putri Snesba ini. Sebenarnya, pembangunan ini sudah direncanakan pada masa kepemimpinan Ibu Endang Rukmini saat menjadi kepala sekolah,” ungkap kepala sekolah yang sering menggunakan pantun untuk mengawali dan mengakhiri sambutan itu. 

Dengan bermodal dana sebesar 150 juta rupiah yang didapat dari berbagai pihak, pembangunan masjid ini diharapkan dapat mewujudkan visi sekolah. “SMP Negeri 1 Barat merupakan sekolah unggulan yang berada di timur laut Magetan. Tahun ajaran baru ini, sekolah akan membuka kelas unggulan: kelas olahraga dan STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (Matematika),” tambah beliau. 

Dalam sambutannya, Ibu Dian Astuti Purwandani, S.E., M.M. mengatakan bahwa upaya pembangunan masjid ini merupakan salah satu bentuk inovatif dan kreatif. “Masjid merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan akhlak mulia, terutama di era sekarang. Untuk itu, perlu kerja keras bersama.”

Bertalian dengan kelas olahraga dan STEM, Sekretaris Dikpora Kabupaten Magetan itu menanggapi. “Terima kasih adanya branding sekolah olahraga dan STEM ini. Tentu, Dikpora akan mendukung inovasi ini. Bapak Seno merupakan kepala sekolah yang inovatif dan kreatif.” 

Sebagai puncak acara, peletakan batu pertama dibuka oleh Ibu Dian Astuti. “Dengan mengucapkan bismillah, kita mulai kegiatan mulia ini. Semoga Allah meridai, amin.”

Suasana haru dan khidmat memenuhi suasana peletakan batu pertama sebagai pertanda resmi dimulainya pembangunan Masjid Az-Zahra, pembangun kolaborasi dan semangat, dan permohonan kelancaran. 

Para undangan juga diajak meninjau tanah lapangan yang berada di belakang masjid. Tanah lapangan milik pemerintah Desa Karangsono dan Desa Mangge mangge ini berfungsi sebagai tempat material bahan bangunan masjid. Dalam mengamati tanah lapang yang berdekatan dengan sawah itu, Bapak Joko Siswanto (Kepala Desa Jeruk) mengatakan, “Dulu, ketika menjadi murid, saya upacara di sini.” 

Hal ini menandakan bahwa alumnus SMP Negeri 1 Barat juga menduduki peran penting dalam proses pembangunan masjid ini. 

Acara ini ditutup dengan doa bersama yang secara khusus disebut dengan slametan sebagai salah satu wujud syukur dengan ingkung dan jenang sebagai simbol. Kedua ubarampe ini (baca: ingkung dan jenang) merupakan komponen penting dalam upacara syukuran atau slametan masyarakat Jawa. Keduanya memiliki makna filosofis mendalam yang melambangkan doa, rasa syukur, dan hubungan antara manusia dengan Tuhan maupun sesama.

Semoga proses pembangunan Masjid At-Tarbiyah ini berjalan lancar. Esensi mikul dhuwur dan mendhem jero sebagai makna tema “Menyambung Langkah Pendahulu” tercapai. Tujuan membangun dan menumbuhkan keimanan dan ketakwaan serta sebagai pusat ilmu terwujud. Amin. 

Tags
Tentang penulis
Titim Matun Nasriyah
Titim Matun Nasriyah Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 1 Barat. Meraih juara 1 Apresiasi GTK Transformatif Jenjang Guru SMP Kabupaten Magetan 2025. Ketua Komunitas Penggerak Literasi "Petunia Aksara Snesba", pembimbing literasi dan perlombaan literasi, lulusan S-1 Universitas Negeri Malang dan S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Sebelas Maret (UNS). Menulis 5 buku solo, 40an antologi bersama, website SMP Negeri 1 Barat. Menyukai inovasi pembelajaran. Dosen Praktisi di Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2025/2026.
Leave Comment
  1. 1

    Seno atau Osin

    Mantab, dengan tulisan atau cerita ini menjadi semakin lengkap bagaimana sejarah berdirinya Masjid At Tarbiyah ini mulai dibangun, di manfaatkan, rehab atau perawatan sampai rehab besar untuk perluasan masjid seiring dengan semakin banyaknya tuntutan jumlah jamaah yg harus bisa difasilitasi di Masjid ini. Semoga niat tulus dari seluruh keluarga besar SMPN 1 Barat bisa terwujud, aamiin.

    Balas

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *