SMP NEGERI 1 BARAT
CERIA (Cerdas, Integritas, dan Agamis)
CERIA (Cerdas, Integritas, dan Agamis)
Barat — Suasana religius sekaligus penuh semangat mewarnai SMP Negeri 1 Barat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, warga sekolah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh OSIS SMP Negeri 1 Barat.
Mengusung semangat memperingati keteladanan Rasulullah SAW, kegiatan dikemas melalui pembukaan, sholawat bersama, serta berbagai perlombaan bernuansa Islami. Empat cabang lomba yang diselenggarakan meliputi Kaligrafi, Qiroah, Adzan, dan Da’i Cilik.
Bukan sekadar kompetisi, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian, serta kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman. Semangat kebersamaan juga terasa karena siswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi turut memberikan dukungan kepada teman-teman mereka yang berkompetisi.
Rangkaian kegiatan hari pertama dimulai pukul 07.00 WIB. Seluruh siswa diarahkan untuk berbaris di lapangan sesuai kelas masing-masing. Suasana semakin semarak ketika dua anggota OSIS, Chiara dari kelas 9C dan Almyra dari kelas 9G, membuka acara sebagai pembawa acara.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan selawat bersama yang dipimpin oleh siswa-siswi anggota ekstrakurikuler hadroh. Lantunan sholawat menciptakan suasana khidmat sekaligus mempererat kebersamaan seluruh warga sekolah.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipandu oleh Bapak Deni Lingga Evendy, S.Pd. Usai pembukaan, peserta lomba diarahkan menuju ruang perlombaan masing-masing, sementara siswa lainnya diberi kesempatan untuk memberikan dukungan kepada teman-teman yang sedang bertanding.
Dari sinilah semarak perlombaan mulai terasa di berbagai sudut sekolah.





Salah satu perlombaan yang mengasah kreativitas siswa adalah lomba kaligrafi. Perlombaan dimulai pukul 07.30 WIB dan berlangsung di kelas 9E.
Dalam lomba ini, peserta diberi kesempatan menuangkan kreativitas dan imajinasi melalui karya kaligrafi. Salah satu ketentuan yang ditetapkan adalah setiap karya wajib memuat tulisan “Muhammad”, yang kemudian dapat dihias atau diberi ornamen sesuai kreativitas peserta. Peserta juga diperbolehkan membawa contoh gambar dari rumah sebagai referensi.
Perlombaan didampingi oleh anggota OSIS dan dinilai oleh Bapak Sungkono, Ibu Aza, dan Ibu Wiwin. Lebih dari sekadar menghasilkan karya yang indah, lomba ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dalam suasana yang sarat nilai keislaman.



Nuansa khidmat terasa semakin kuat dalam lomba Qiroah yang dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB di ruang kelas 9H.
Perwakilan setiap kelas tampil secara bergiliran. Penampilan diawali oleh kelas 9H hingga 9A, kemudian dilanjutkan kelas 8H hingga 8A, dan ditutup oleh kelas 7A hingga 7H. Anggota OSIS turut mendampingi jalannya perlombaan agar seluruh rangkaian berlangsung tertib.
Kemampuan peserta dinilai oleh Bapak Ahmad, Bapak Warno, dan Ibu Anifa. Aspek yang diperhatikan meliputi kemampuan membaca Al-Qur’an, ketepatan tajwid, kefasihan pelafalan, serta penghayatan ketika melantunkan ayat-ayat suci.
Berbeda dengan suasana beberapa perlombaan lainnya, Qiroah menghadirkan keheningan yang penuh perhatian. Setiap lantunan ayat Al-Qur’an disimak dengan saksama oleh peserta maupun penonton. Para peserta pun tampil dengan penuh percaya diri untuk memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri.
Melalui lomba ini, siswa tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga memperoleh ruang untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an serta mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan mereka di bidang keagamaan.



Kemeriahan juga terlihat dalam Lomba Da’i Cilik. Perlombaan dimulai setelah acara pembukaan, tepatnya pukul 07.30 WIB, dengan peserta tampil secara bergantian mulai dari kelas 7A hingga 9H.
Anggota OSIS bertugas membantu mengarahkan peserta selama perlombaan, sedangkan penilaian dilakukan oleh Ibu Titim, Mrs. Ariska, dan Ibu Endah. Kerja sama antara panitia, OSIS, peserta, dan dewan juri membuat perlombaan dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Antusiasme penonton turut memberikan warna tersendiri. Para siswa yang menyaksikan perlombaan memberikan tepuk tangan dan dukungan kepada peserta. Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi para dai muda untuk tampil lebih percaya diri di hadapan juri dan warga sekolah.
Lomba Da’i Cilik menjadi salah satu kegiatan yang tidak hanya mengasah kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada orang lain.


Sementara itu, Lomba Adzan dilaksanakan di masjid sekolah. Setelah pembukaan, anggota OSIS mengarahkan para peserta menuju lokasi perlombaan yang dimulai pada pukul 07.30 WIB.
Perlombaan dinilai oleh Bapak Edi dan Bapak Surya. Sebelum peserta mulai tampil, Bapak Edi terlebih dahulu memberikan pesan kepada para peserta sebagai bekal sebelum mengikuti perlombaan. Peserta kemudian tampil secara bergantian, dimulai dari perwakilan kelas 7A dan dilanjutkan oleh kelas-kelas berikutnya.
Jika Lomba Da’i Cilik berlangsung dengan dukungan dan sorak-sorai penonton, suasana Lomba Adzan terasa lebih tenang dan khidmat. Kumandang adzan para peserta memenuhi ruang masjid dan menghadirkan nuansa religius yang kuat.
Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar membangun keberanian sekaligus mengenal dan menghidupkan salah satu bentuk syiar Islam dalam kehidupan sehari-hari.


Setelah rangkaian penyisihan pada hari pertama, kemeriahan Maulid Nabi berlanjut pada hari kedua melalui Grand Final Lomba Da’i Cilik dan Qiroah.
Pada pukul 08.00 WIB, setelah kegiatan JUMINGSIH, para siswa diarahkan menuju lapangan untuk menyaksikan penampilan para finalis. Acara dibuka oleh Ridho dari kelas 9B dan Almyra dari kelas 9G. Selanjutnya, para finalis Da’i Cilik dan Qiroah tampil di panggung SMP Negeri 1 Barat.
Kehadiran para finalis membuat suasana sekolah semakin meriah. Para siswa yang sebelumnya menjadi peserta maupun penonton kini bersama-sama menyaksikan puncak kompetisi. Di atas panggung, para finalis menunjukkan keberanian, kemampuan, dan hasil latihan mereka selama mengikuti rangkaian perlombaan.

Grand Final Da’i Cilik menjadi salah satu puncak yang paling menarik perhatian warga sekolah. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.10 WIB di panggung utama SMP Negeri 1 Barat.
Enam finalis tampil secara bergantian, yaitu Adzana Karunia Putri dari kelas 7A, Jibril Firdaus Efendi dari kelas 7B, Nafisha A.W dari kelas 8D, Calista dari kelas 9B, Langit Dhanu A. dari kelas 9C, dan Griselda M. dari kelas 9F.
Penampilan para finalis dinilai oleh Ibu Endah, Ibu Titim, dan Miss Ariska. Penilaian mencakup kualitas materi dakwah, teknik penyampaian, penguasaan panggung, serta kemampuan menyampaikan pesan secara komunikatif dan inspiratif.
Ratusan siswa memadati area teduh di sekitar lapangan untuk memberikan dukungan. Tepuk tangan dan antusiasme penonton menciptakan suasana yang meriah, tetapi tetap kondusif. Setiap peserta memperoleh apresiasi atas keberanian mereka menyampaikan pesan-pesan keislaman di hadapan warga sekolah.
Materi yang disampaikan para finalis beragam, tetapi memiliki benang merah yang sama: akhlak mulia, keteladanan Rasulullah SAW, serta pentingnya menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Grand Final Da’i Cilik pun menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Panggung tersebut menjadi ruang belajar bagi siswa untuk berani berbicara, menyampaikan gagasan, serta menumbuhkan karakter religius dan semangat berdakwah sejak dini.





Setelah Grand Final Da’i Cilik, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Grand Final Lomba Qiroah yang berlangsung di panggung Snesba pada pukul 08.34 WIB. Lima peserta terbaik yang berhasil melaju ke babak final tampil untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Kelima finalis tersebut adalah Salsabila dari kelas 8A, Alifatul dari kelas 8H, Azzahra dari kelas 9D, Uswatun dari kelas 9F, dan Ilmi dari kelas 7E.
Para finalis tampil dengan penuh percaya diri dan berusaha memberikan lantunan terbaik di hadapan dewan juri maupun warga sekolah. Masing-masing peserta menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan suara, gaya, dan penghayatan yang menjadi ciri khas mereka.
Suasana semakin khidmat ketika para finalis melantunkan Q.S. Al-Baqarah ayat 255. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang terdengar dari atas panggung mampu menciptakan suasana religius dan menarik perhatian para siswa yang menyaksikan. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang berkesan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 1 Barat.
Grand Final Qiroah bukan sekedar ajang untuk menentukan peserta terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan, membangun rasa percaya diri, sekaligus memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 1 Barat berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan potensi di bidang keagamaan. Lantunan ayat-ayat suci yang menggema di lingkungan sekolah menjadi pengingat bahwa semangat berprestasi dapat berjalan selaras dengan upaya menumbuhkan karakter religius pada generasi muda.


Dua hari pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 1 Barat meninggalkan warna tersendiri bagi kehidupan sekolah. Selawat, doa, seni kaligrafi, lantunan ayat suci Al-Qur’an, kumandang adzan, hingga pesan-pesan dakwah dari para dai muda berpadu menjadi sebuah rangkaian kegiatan yang sarat makna.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan keagamaan dan perlombaan, siswa belajar tentang keberanian, disiplin, sportivitas, kreativitas, kerja sama, serta bagaimana menyampaikan pesan kebaikan kepada orang lain.
Bagi para peserta, perlombaan menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi. Bagi para penonton, kegiatan menjadi ruang untuk belajar sekaligus memberikan apresiasi kepada teman. Sementara bagi OSIS, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam belajar merancang, mengorganisasi, dan menjalankan sebuah kegiatan sekolah.
Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali mengenang keteladanan Rasulullah SAW sekaligus menerjemahkan nilai-nilai kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Semarak Maulid Nabi di SMP Negeri 1 Barat menjadi bukti bahwa belajar, berkarya, berkompetisi, berdakwah, dan mempererat persaudaraan dapat berjalan beriringan dalam suasana yang religius dan penuh kebersamaan.
Penulis:
Rasyidah Suwitaningtyas Maulidzah — 8C
Khoirunnisa S.R. — 8F
Nurul Hakiyah — 8E
OSIS SMP Negeri 1 Barat – 2026
Editor:
Ahmad Sehtahabi Adiguna, S.Pd.