SMP NEGERI 1 BARAT
CERIA (Cerdas, Integritas, dan Agamis)
CERIA (Cerdas, Integritas, dan Agamis)
Hari ini, Kamis, 2 Mei 2024, SMP Negeri 1 Barat menggelar serangkaian kegiatan dalam menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional selaras dengan tema yang diusung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yaitu “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar.”
Tema ini sesuai dengan kutipan Mendikbudristek, Nadiem Makarim “Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.” Ada kata yang memiliki kekuatan dan esensi yang mendalam dalam kutipan yang tertuang dalam Modul 3.3 Pendidikan Guru Penggerak “Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid” itu. Kata itu tak lain adalah ‘serentak.” Hal ini berarti bahwa perubahan sekecil apapun, akan bermakna jika dilakukan secara bersama-sama.
Kata ‘serentak’ ini juga senada dengan sifat bunga petunia putih (Petunia axillaris) yang merupakan ikon sekolah yang memiliki branding Ceria (Cerdas, Integritas, dan Agamis) ini. Sifat itu antara lain merekah indah secara bersama-sama yang selanjutnya dijadikan pula sebagai nama Komunita Penggerak Literasinya, “Petunia Aksara Snesba.”
Serentak Merdeka Belajar SMP Negeri 1 Barat dikemas dalam berbagai kegiatan untuk memperingati Ki Hajar Dewantara, sang pelopor pendidikan di Indonesia itu antara lain upacara bendera, permainan tradisional, lomba fashion show baju adat provinsi di Indonesia, lomba drama, lomba melukis pahlawan dengan kanvas, dan kegiatan literasi.
Dalam upacara yang diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan memakai baju adat provinsi di Indonesia itu, dibacakan sambutan Mendikbudristek. Salah satu isi sambutan itu antara lain bahwa anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merdeka saat belajar di kelas dan guru-guru yang mencoba hal-hal baru karena mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya.
Pemakaian baju adat dalam Hari Pendidikan Nasional ini sesuai dengan himbauan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan.
Beberapa permainan tradisional itu antara lain engklek, dakon, gobak sodor, dan gatheng. Engklek adalah permainan tradisional anak-anak yang dimainkan di atas bidang berupa gambar delapan kotak dan gambar gunung. Dakon merupakan permainan tradisional yang biasanya menggunakan congkak, yaitu alat yang terbuat dari kayu dengan panjang 50 cm, lebar 20 cm, dan tebal 10 cm. Gobak sodor merupakan permainan menghalangi lawan untuk mencapai garis akhir yang dimainkan oleh dua tim. Gatheng merupakan permainan tradisional anak-anak yang biasa dimainkan oleh anak-anak perempuan, dengan menggunakan batu kerikil sebagai alat mainnya. Keseluruhan permainan itu dilakukan secara serentak oleh seluruh perwakilan kelas VII dan VIII. Sementara itu, kelas IX diperkenankan juga jika ingin mengikutinya.
Fashion show mengambil tema baju adat provinsi di Indonesia yang diikuti oleh dua orang murid perempuan dan laki-laki yang merupakan perwakilan kelas VII dan VIII. Fashion show yang bertempatkan di lapangan tengah sekolah yang didesain layaknya catwalk ini selain mengenalkan keberagaman pakaian adat di Indonesia juga melatih kepercayaan diri dan kekompakan.
Kegiatan lomba menggambar pahlawan dengan media kanvas bertempat di laboratorium IPA. Peserta juga merupakan perwakilan siswa kelas VII dan VIII. Lomba ini mendorong kreatif, mandiri, dan bernalar kritis yang merupakan dimensi profil Pelajar Pancasila.
Meskipun dilakukan dengan persiapan yang terbatas, aktor-aktor berhasil mementaskan drama yang mengusung tema pendidikan. Jalinan cerita membentuk konflik yang membentuk keindahan cerita tanpa menghilangi amanat cerita yang disampaikan.
Sementara itu, kegiatan literasi beberapa perwakilan kelas tak kalah semarak. Kegiatan ini antara lain menulis cerita pengalaman yang mengesankan selama di sekolah, menulis puisi, kesan, dan menulis artikel tentang Hari Pendidikan Nasional. Literasi ini merupakan literasi kegiatan sekolah sebagai serangkaian dari Peringatan Hari Besar Nasional dan Agama.
Peran OSIS dalam mendukung serentak Merdeka Belajar ini begitu besar. Sebagaimana tujuan pendirian organisasi ini, serentak Merdeka Belajar ini memaksimalkan potensi, melatih keterampilan berorganisasi, dan bersosialisasi. Tujuan ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional yaitu ‘menuntun’ sebagaimana yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara. Guru menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.
Bertepatan dengan penyelenggaraan serentak Merdeka Belajar ini, SMP Negeri 1 Barat menyambut 17 ASN PPPK guru baru. Dari 17 jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan guru honorer di SMP Negeri 1 Barat. ASN PPPK itu terdiri dari tenaga honorer kategori II, P3 (Prioritas 3) dan P4 (Prioritas 4), lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan pelamar umum. Adapun mata pelajaran yang diampu oleh ASN PPPK baru itu antara lain Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Agama Kristen, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Prakarya, PJOK, Informatika, dan Matematika.
Ketujuh belas ASN PPPK baru ini menambah dan memperkuat sumber daya sebagai aset/kekuatan yang dimiliki SMP Negeri 1 Barat dalam mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid. Sebagaimana kita ketahui, sekolah wajib membangun ekosistem yang mampu merangsang pertumbuhan dan perkembangan murid demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran sangat tergantung pada cara pandang sekolah melihat ekosistemnya: apakah sebagai kekuatan atau sebagai kekurangan. Sekolah yang memandang semua sumber daya yang dimiliki sebagai suatu kekuatan dan aset, maka sekolah ini tidak akan berfokus pada kekurangan tapi berupaya pada pemanfaatan kekuatan dan aset yang dimiliki.
Pergelaran kegiatan-kegiatan yang diusung dalam serentak dalam semarak Hari Pendidikan Nasional ini membawa pergerakan kapal besar SMP Negeri 1 Barat dalam mewujudkan Merdeka Belajar. Penambahan 17 ASN PPPK baru tepat di momen spesial pendidikan ini merupakan kado terindah bagi sekolah yang berdiri pada 1 April 1978 ini sebagai penambahan kekuatan sumber daya dalam upaya menuntun dan membangun ekosistem yang mampu merangsang pertumbuhan dan perkembangan murid demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.
Selamat Hari Pendidikan Nasional
2 Mei 2024
“Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”


















































