Jumat Sehat: Aksi Bergizi Wujudkan Ekosistem Sekolah Sehat 

Jumat Sehat: Aksi Bergizi Wujudkan Ekosistem Sekolah Sehat 
3 Mei, 2024 No Comments Berita Titim Matun Nasriyah

Dalam Merdeka Belajar, murid harus menjadi dasar bagi semua pengambilan keputusan di sekolah. Melalui filosofi dan metafora “menumbuhkan padi”, Ki Hajar Dewantara mengingatkan bahwa dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid, guru harus secara sadar dan terencana membangun ekosistem yang mendukung pembelajaran murid sehingga mampu memekarkan mereka sesuai dengan kodratnya. Dengan demikian, saat merancang sebuah program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik itu intrakurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler, maka murid juga seharusnya menjadi pertimbangan utama.

Sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara di atas, SMP Negeri 1 Barat merancang sebuah program sekolah dengan nama Jumat Sehat. Gerakan jumat sehat merupakan program sekolah untuk membiasakan seluruh warga sekolah berbudaya hidup sehat untuk mencapai kesehatan jasmani dan rohani.

Aktivitas kegiatan selama seminggu membawa kepenatan dan kelelahan. Jumat Sehat ini mengurai permasalahan itu. Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Jumat, mulai jam 07.00–07.45 ini, diawali dengan senam pagi bersama, dilanjutkan dengan Aksi Bergizi sarapan sehat, dan minum suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi murid perempuan. Selain itu, juga diadakan edukasi gizi dengan narasumber ahli gizi dari Puskemas Tebon secara berkala.

Senam pagi bermanfaat untuk melatih otot-otot pada tubuh, melancarkan peredaran darah, memperkuat tulang, membantu menormalkan aliran darah, dan melatih urat saraf yang kaku serta meningkatkan kesehatan jantung dan stamina tubuh. Selain itu, paparan sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D bermanfaat baik untuk kesehatan tulang.

Bertempat di lapangan sekolah, semua murid sarapan pagi dengan bekal yang dibawa dari rumah. Adapun menu sarapan pagi bersama harus merupakan menu yang sehat dan seimbang. Setidaknya, memenuhi syarat empat sehat. Menu mi tidak diperkenankan. Selain menu yang sehat, wadah makanan dan minuman yang aman juga menjadi pertimbangan. Sebagai langkah lain, bekal berbungkus daun menjadi salah satu alternatif. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi sampah plastik.

Kurangnya sel darah merah menyebabkan anemia. Gejala umum anemia adalah mudah  lelah dan pusing. Murid perempuan rentan mengalami anemia. Untuk menanggulanginya, murid perempuan diberikan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) yang merupakan serangkaian Aksi Bergizi. Yel-yel Aksi Bergizi mewarnai kegiatan itu dan menambah semangat pentingnya menjaga kesehatan. 

Kesehatan murid merupakan salah satu upaya tujuan pendidikan ‘menuntun’ agar selamat dan bahagia, baik sebagai individu maupun masyarakat. 

Tags
Tentang penulis
Titim Matun Nasriyah
Titim Matun Nasriyah Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 1 Barat. Meraih juara 1 Apresiasi GTK Transformatif Jenjang Guru SMP Kabupaten Magetan 2025. Ketua Komunitas Penggerak Literasi "Petunia Aksara Snesba", pembimbing literasi dan perlombaan literasi, lulusan S-1 Universitas Negeri Malang dan S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Sebelas Maret (UNS). Menulis 5 buku solo, 40an antologi bersama, website SMP Negeri 1 Barat. Menyukai inovasi pembelajaran. Dosen Praktisi di Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2025/2026.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *